Cart masih Kosong

Burdah; Antara Kasidah, Mistis & Sejarah

Burdah; Antara Kasidah, Mistis & Sejarah

Burdah; Antara Kasidah, Mistis & Sejarah

Muhammad Adib

Pustaka Pesantren 2009
xvi + 98 hlm
Rp 18,500
Tidak tersedia

Deskripsi

Burdah adalah sebuah puisi cinta rasul yang sangat fenomenal, yang kemudian banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa (Persia, India, Pakistan, Turki, Urdu, Punjabi, Swahili, Indonesia, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia).

Di Indonesia sendiri, Kasidah Burdah menjadi sebuah syair yang sudah mendarah daging dengan tradisi pesantren, sejajar dengan kasidah cinta rasul yang lain semisal al-Barjanji dan ad-Diba�. Di sisi lain, setelah Dalail al-Khairat dan Hizib Nashar atau hizib yang semisalnya, Burdah juga menjadi kasidah yang paling kerap dibaca karena diyakini memiliki nilai mistik tertentu. Nilai-nilai mistik ini membuat Burdah mendapat tempat khusus di kalangan santri maupun masyarakat nahdhiyyin, di antara sekian banyak kasidah cinta rasul yang lain. Yang kemudian disayangkan adalah ketika tradisi pembacaan burdah ini tidak disikapi secara kritis dan proporsional. Kritis dalam arti tidak menerimanya secara buta; proporsional dalam makna tidak menolaknya mentah-mentah dan apriopri ataupun menyikapinya secara berlebihan. Mengkritisi sebuah tradisi memang membutuhkan sebuah keberanian, selain wacana luas dan pandangan yang bijak.

Buku ini mencoba menawarkan hal itu. Buku ini ingin menempatkan Kasidah Burdah dalam posisi yang tepat. Burdah bukan sebuah naskah sejarah, meskipun di dalamnya tertuang peristiwa-peristiwa bersejarah. Burdah bukan kitab mistik, meski banyak orang yang meyakini dan telah merasakan sendiri faidah mistik di dalamnya. Burdah adalah sebuah teks sastra biasa yang juga digubah oleh seorang sastrawan, seorang manusia biasa. Namun demikian, buku ini juga tidak setuju dengan mereka yang menuduh telah terjadi kultus dan pengagungan yang berlebihan terhadap Burdah.

Secara global, buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mencoba menyoroti al-Bushiri, sang penggubah syair Burdah. Dalam bagian ini, pembaca akan diajak melihat kembali siapakah pengarang kasidah yang fenomenal ini; bagaimana pula situasi sosial, politik, dan kondisi keagamaan yang melingkupi kehidupannya; dan bagaimanakah pemikiran-pemikirannya. Sedangkan bagian kedua mencoba menyoroti syair burdah itu sendiri. Selain mengupas sejarah di sekitar syair burdah, pada bagian ini juga dipaparkan secara ringkas kandungan syair burdah dan isu-isu yang berkembang di sekitarnya.

Rekomendasi

Rekomendasi Pembeli


Komentar


Khatulistiwa Online | khatulistiwadotnet@gmail.com
Alamat : Jl. Cendrawasih, No. 642 B - RT. 15, RW. 27 Maguwo - Banguntapan - Bantul Yogyakarta
Tel 0274-8081717, SMS/WhatsApp 08886811968, BBM 746663F1